Hari minggu 6 Juli 2008, siang hari yang terasa panas karena terik sinar matahari saya berjalan sendiri melewati jalan mahakam menuju sebuah mall di bilangan Blok M. Sesampainya disana saya menuju sebuah tempat makan, saya memesan mie ayam pangsit rebus + otak-otak + teh botol sosro.

Sambil menunggu saya melihat-lihat suasana di sekelilingnya, suasana masih terasa sepi, hanya ada beberapa pasangan yang lalu lalang di depan mataku… sambil menunggu pesananku datang saya melihat pasangan itu… sambil memandang pasangan itu terdengar suara “mas ini pesanannya….” oo.. ternyata pesanan saya sudah datang cepat juga buatnya kirain lama hehe…, saya makan deh…

Sambil menyantap mie ayam dan otak-otak, mataku masih terus melihat pasangan tsb, wah kurang kerjaan ya gw hehehe… ya habis gimana wong lagi sendirian… mataku tidak habis-habisnya melihat pasangan tsb.

Akhirnya makananku habis, perut terasa kenyang, lalu aku menoleh kearah pasangan tadi, lah sudah tidak ada wah… sepi lagi nih gw… tidak melihat pemandangan itu lagi. Waktu menunjukkan jam 11.00 wib, aku segera menuju lift dan menuju lantai 5.

Di lantai 5 saya mengunjungi toko buku. Satu persatu saya melihat-lihat rak buku, lalu di bagian rak buku yang banyak terkumpul buku-buku tentang motivasi, cara mencari uang tambahan dan menjadi wirausaha di situ saya berhenti melangkah. Saya baca buku yang tidak tersegel, satu persatu buku saya lihat, saya bolak-balik halaman sampai saya memahami isi tulisan di buku tersebut.

Tidak terasa 1 jam saya di situ, gile lama juga ya gw berdiri disana, mungkin keenakan membaca buku gratis dan tidak di tegur pula padahal di dekat saya ada SPG manis tapi kenapa tidak menegur saya ya… hmmm… mungkin SPG itu takut kali sama saya ya hehehe..

Setelah 1 jam di toko buku, saya keluar dari mall tersebut saya menyetop sebuah bis metromini jurusan Blok M - Ciledug. ngeeengggg…. busnya melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di pasar kebayoran lama saya turun dari bus dan menuju ke sebuah supermarket untuk berbelanja kebutuhan mingguan antara lain : Susu Ultra rasa mocca dan coklat, sabun mandi, kamper toilet, handuk utk muka dan 2 kaos oblong.

Setelah membayar belanjaan tsb akhirnya pulang deh ke rumah.

Sabtu pagi 5 juli 2008 jam 10 pagi, saya sedang tiduran sambil mendengar lagu-lagu mellow di hp, dari lantai bawah mamaku memanggil dia bilang ada telepon, lalu aku segera turun untuk menjawab telepon tsb.

Disuara telepon itu terdengar suara laki-laki yang saya tidak mengenalnya.
Penelepon  : “Hallo ini Ari bukan ?”
Ari             : “Iya jawabku ini siapa ya ?”
Penelepon : “Gw Andri Promosi GLM, masih ingat gak ?”
Ari            : “Andri Promosi ? (Sambil mengingat-ingat). Oh iya Andri dulu partnernya zul, Pa kabar ndri sahutku”

Penelepon : “Baik Ri, gimana kabar lu”
Ari             : “Baik Ndri, gimana kabar lu juga wah tumben nelpon ada apa nih sahutku, tau no telepon rumah dari mana ndri”
Penelepon : “Iya nih ri, kebetulan ada project buat lu kira-kira minat gak nih ?, gw tau telplu karena gw simpan”

Itulah sekilas percakapan antara saya dan temanku Andri.
Ternyata telepon dari Andri membawa berita gembira, dia mau mengajak saya untuk bekerja sama. Dia meminta bantuanku untuk membuat program database customer untuk kantornya yang sedang dia rintis. Tanpa pikir panjang saya bilang ok.

Disaat saya kehilangan orang yang saya cintai dan kasihi, ternyata datang teman lama yang mendatangkan rejeki buat saya. Terima kasih teman, ternyata engkau bisa menghiburku disaat aku lagi merasa sendiri.

Karena ada seorang teman yang sedang terkena musibah, saya ikut terdorong untuk membantu mencari dana buat pengobatannya. saya menghubungi teman-teman saya satu persatu untuk membeli cd rohani tsb. Akhirnya ada seorang teman yang ingin membeli CD rohani tsb. Setelah ditentukan waktunya, akhirnya di putuskan hari selasa tanggal 1 juli 2008 jam 9 pagi saya bertemu dengan temanku itu.

Jam menunjukan pukul 7 pagi, saya terbangun dan langsung sms ke temanku itu untuk confirm soal lokasinya. setelah itu saya langsung bersiap-siap untuk berangkat. Sesampainya di pasar festival kuningan saya menaiki sebuah shutle bus yang memang di siapkan untuk karyawan yang bekerja di perkantoran rasuna. Di dalam bus itu saya pelonga-plongo… dalam hati sebenarnya was-was mau di bawa kemana diriku ini oleh supir shutle bus itu.

Akhirnya supir tsb bicara “rasuna office park”, wah langsung deh saya bilang kiri pak “kebiasaan naik mikrolet” :) ternyata memang para karyawan yang naik shutle bus itu turunnya ke tempat tujuan yang sama.
setelah itu saya masuk ke lobby dan menuju ke bagian resepsionis gedung tsb.

Setelah di beritahu oleh satpam saya langsung menuju tempat tujuan. sesampainya disana saya menunggu di sebuah kursi tamu sambil membaca sebuah koran. Tidak lama kemudian temanku itu muncul dan mengajakku keluar kantornya untuk mencari tempat yang nyaman buat bertemu.

Lalu kami menuju sebuah food court perkantoran tsb untuk ngobrol-ngobrol sambil minum kopi hangat. Tidak lama kemudian saya menelepon teman lamaku juga untuk sekalian bergabung sekaligus melepas kangen karena sudah lama juga saya tidak bertemu. Akhirnya teman lamaku itu datang lalu kami bertiga saling bertukar cerita.

Setelah itu saya pamit untuk balik ke kantor, dan saya jg mendapat sebuah CD yang didalamnya ada lagu “Nderek Dewi Maria” pemberian temanku itu. Sesampainya di kantor saya menyetel lagu tsb… wah hati terasa adem….

KASIH itu panjang sabar
KASIH itu penyayang
KASIH itu tidak ada dengki
KASIH itu murah hati
KASIH itu menutupi segala sesuatu
KASIH itu percaya segala sesuatu
KASIH itu mengharapkan segala sesuatu
KASIH itu sabar menanggung segala sesuatu
KASIH itu mau saling berkorban
KASIH itu bisa menjaga hati
KASIH itu takut kehilangan pasangan
KASIH itu komunikatif
KASIH itu bisa menerima kekurangan
KASIH itu humoris
KASIH itu indah
KASIH itu merasa nyaman
KASIH itu …

KASIH itu penuh kasih sayang
KASIH itu penuh senyum
KASIH itu penuh kelembutan
KASIH itu penuh kemesraaan
KASIH itu penuh kejujuran
KASIH itu penuh keterbukaan
KASIH itu penuh keiklasan
KASIH itu penuh ketulusan
KASIH itu penuh perasaan
KASIH itu penuh belaian
KASIH itu penuh pujian
KASIH itu penuh kehangatan
KASIH itu penuh kedamaian
KASIH itu penuh kerelaan hati
KASIH itu penuh …

KASIH itu saling berbagai perasaan
KASIH itu saling berbagi cerita
KASIH itu saling mendoakan
KASIH itu saling melayani
KASIH itu saling membantu
KASIH itu saling mempercayai
KASIH itu saling menghargai
KASIH itu saling membahagiakan
KASIH itu saling memanjakan
KASIH itu saling memberikan kehangatan
KASIH itu saling perhatian
KASIH itu saling berterimakasih
KASIH itu saling memaafkan
KASIH itu saling bergandengan-tangan
KASIH itu saling berpelukan
KASIH itu saling mengucap syukur
KASIH itu saling …

KASIH itu tidak berkesudahan
KASIH itu tidak pemarah
KASIH itu tidak berlaku kasar
KASIH itu tidak ada dusta
KASIH itu tidak ada makian
KASIH itu tidak ada dendam
KASIH itu tidak ada dengki
KASIH itu tidak ada benci
KASIH itu tidak menjerumuskan
KASIH itu tidak ingkar janji
KASIH itu tidak ringan-tangan
KASIH itu tidak ada ngambek
KASIH itu tidak ada cemburu
KASIH itu tidak memegahkan diri sendiri
KASIH itu tidak sombong
KASIH itu tidak keras hati
KASIH itu tidak ada kemunafikan
KASIH itu tidak melakukan yang tidak sopan
KASIH itu tidak mencari keuntungan diri sendiri
KASIH itu tidak menyimpan kesalahan pasangan
KASIH itu tidak …

KASIH itu selalu ada waktu untuk olahraga bersama
KASIH itu selalu ada waktu untuk makan bersama
KASIH itu selalu ada waktu untuk wisata bersama
KASIH itu selalu ada waktu untuk belanja bersama
KASIH itu selalu ada waktu untuk bercengkerama
KASIH itu selalu ada waktu untuk romantisme
KASIH itu selalu ada waktu untuk rayuan
KASIH itu selalu ada waktu untuk bercerita
KASIH itu selalu ada waktu untuk berterimakasih
KASIH itu selalu ada waktu untuk…

 

Hari minggu sehabis mengikuti misa pagi di gereja Blok B, saya langsung meluncur dengan taxi berwarna putih untuk mengujungi ke suatu tempat pesta pernikahan di sebuah gereja yang terletak di sekitar Mabes polisi militer Guntur. Sebuah pesta yang sangat sederhana dan sangat meriah.

Jam menunjukan pukul 11.30 iring-iringan pengantin dan pengiringnya masuk ke dalam ruangan dan naik ke atas panggung, ada satu permintaan yang seru dari pihak MC. Pihak MC itu meminta ke pihak pria untuk menyatakan cintanya kepasangannya. Si pengantin pria merasa malu… sikapnya sedikit bingung dan kikuk ketika menghadapi permintaan itu.

Tanpa menunggu lama si pengantin pria langsung memberikan kecupan di kening, pipi kanan-kiri dan di bibir pasangannya. Sungguh moment romantis yang ditunjukkan oleh kedua pasangan yang telah menyatakan sumpah janji saling setia itu.

Setelah moment itu selesai di lanjutkan untuk berdoa sebelum santap makan siang. Selesai pembacaan doa para tamu undangan berbondong-bondong berbaris menuju panggung dimana disana duduk sepasang pengantin dan didampingi oleh kedua orang tuanya masing-masing. Saya bersalaman baik kepada kedua pasangan pengantin dan kedua orang tua pasangan pengantin.

Setelah itu saya di hampiri oleh seseorang yang telah lama mengenal diri saya selama ini, dia tanya gimana kabarnya kok gak pernah terlihat lagi. Aku jawab “Kabar baik, iya sedikit menghilang dulu jawabku..” lalu aku minta ijin kepadanya untuk menyantap hidangan makan siang, kebetulan perutku juga sedang lapar berat… aku menyantap nasi putih, sayur sop kesukaanku, daging ayam, ati pedas dan kerupuk.

Setelah selesai makan, saya menghampiri ke beberapa orang yang saya kenal sebelumnya dan mengobrol-ngobrol sebentar. lalu saya pamitan kepada kedua orang tua yang selama ini sudah saya kenal baik dan kepada keluarga besarnya juga. Terakhir saya juga pamit kepada orang yang selama ini menemani saya baik suka maupun duka.

Akhirnya saya menuju keluar ruangan dari sebuah Aula itu, dan keluar dari kompleks gereja. Saya berjalan kaki hingga menyebrangi rel kereta api, dan menyebrangi sebuah jalan yang cukup lebar. Tidak lama kemudian saya menyetop sebuah Taxi berwarna biru agak gelap berinisial “P” dan menuju ke tempat kerja saya.

Tulisan ini dibuat tanggal 22 Juni 2008 jam 13:00 - 14:00 WIB.

Di sebuah jalan yang di apit antara gedung bank lippo dan bank bni cabang barito melawai terdapat jajanan kaki lima mie ayam yang sangat enak. Saya menyebutnya mie ayam gereja barito karena memang lokasinya dekat dengan sebuah gereja yang ada di sekitar barito melawai.

Minggu yang lalu saya mampir ketempat tersebut setelah mengikuti misa pagi di gereja karena belum sempat sarapan pagi dan memang sedang kepengen makan mie ayam untuk mengganjal perut yang lapar. Sambil menunggu pesanan saya melihat jajanan mie ayam ini sangat ramai pembelinya sampai-sampai saya harus menunggu kurang lebih 5 menitan untuk bisa menyantapnya.

Setelah menunggu lama akhirnya datang juga pesanan mie ayamnya. Di dalam sebuah mangkuk itu terdiri dari : segumpal mie, irisan daging ayam, 2 buah bakso, 1 buah pangsit, sedikit sayuran sawi dan beberapa kerupuk khas mie ayam. Hmmm…. wah setelah saya makan ternyata enak sekali pantas banyak pembelinya ya :)

Mie ayam ini di jual seharga Rp. 7.000 saja, dan patut untuk di coba.

Selamat makan mie ayam