Komik City Hunter

“Kisah tentang dua pemuda yang sama-sama berprofesi sebagai detektif swasta. Yang satu di kenal sebagai Ryo, pemuda ganteng, pinter, tapi sedikit urakan. Dan yang satu lagi Makimura, si kalem ini lebih cocok di sebut sebagai penasehat Ryo. Meskipun mereka punya sifat yang berbeda namun, hampir setiap kasus pencurian, pembunuhan ataupun perampokan yang ruwet bisa mereka selesaikan dengan baik”.

Itulah kata pengantar dari komik City Hunter edisi pertama. Saya lupa kapan tepatnya saya mengenal komik ini, yang saya ingat komik ini saya koleksi sejak kelas 2 sma (tahun 1993). Komik ini fisiknya masih ada di laci buku saya dari edisi pertama hingga edisi ketiga puluh empat. Walaupun di antara edisi tersebut ada juga beberapa edisi yang hilang karena di pinjam oleh teman dan lupa di kembalikan bete dehhhh…

Kesan pertama saya membaca komik ini benar-benar membuat saya tertawa-tawa gila. Walapun komik ini menceritakan tentang seorang detektif swasta yang tugasnya membongkar kasus-kasus seperti pencurian, pembunuhan dan lain sebagainya tapi di dalamnya ada unsur kocaknya, makanya di sampul depan komik ini tertulis “Detektif Kocak”. Aneh bukan detektif kok bisa kocak, kocaknya di mananya ? ternyata kocaknya itu ada di seorang Ryo yang karakternya sangat urakan pokoknya hancur deh tabiatnya hehehee…. Jangan di tiru ya teman-teman, pokoknya rusak banget. :)

Sejak tahun 1995-1996 kalau gak salah ingat, komik ini sempat menghilang dari toko-toko yang biasa saya selalu mampir untuk membelinya. Ketika itu kata si penjualnya, komik tersebut tidak boleh beredar karena ada unsur PORNOGRAFI (padahal sih gak juga, itu menurut saya lho). Sejak saat itu saya sudah tidak dapat membeli komik tersebut karena sudah di bredel, tapi untungnya saya sudah mengoleksi komik tersebut hehehee… :)

cover depan cuplikan komik 1 cuplikan komik 2

Komik Crayon Shinchan

Pernah menonton film kartun crayon shinchan yang biasanya di tayangkan setiap hari minggu  jam 10 pagi di stasiun TV RCTI. Kalau belum wah rugi deh kalian hehehe….

Crayon shinchan awalnya saya kenal dari sebuah komik yang saya pinjam dari teman saya. Tertarik untuk membaca karena komik ini mengisahkan seorang anak kecil yang kelakukannya sangat konyol ntah kenapa kok saya suka ya sama yang konyol-konyol hehehe… :) Setelah tahu isi komik tersebut saya benar-benar tertarik untuk mengikuti kisah selanjutnya dan mengoleksi komik tsb.

Komik ini saya koleksi dari edisi pertama hingga edisi ketujuh, setelah itu gak pernah ngoleksi lagi, lagi bokek buat beli komik maklum saat itu sedang kuliah butuh duit banyak buat biaya kuliah dan jajan hehehehe… :)

Cover depan cuplikan komik

Buku Advertising That Sells

Pagi itu sedang asyik-asyiknya menyeruput teh hangat sambil browsing berita di internet, datanglah seorang office girl namanya eka, panggilan akrabnya mbak eka. Mbak eka ini adalah office girl kepercayaan big bos ku ketika saya masih bekerja di dwisapta.

Dengan suara khas orang jawa tulen hehehe… mbak eka berkata : “Mas-mas, buku ini diberikan oleh Bapak, mohon di baca besok ulangan dan ini gratis ora usah bayar” hehehe.. apa coba memangnya lagi di kelas ada ulangan segala, bisa aja nih mbak eka.

Pada saat itu memang semua karyawan dwisapta di bagikan sebuah buku berwarna merah tebal berjudul “Advertising That Sells”.

Buku ini di luncurkan tepat ketika Dwisapta merayakan ultah ke 25, benar-benar perjalanan yang panjang. Di rayakan secara meriah di hotel Ritch Charlton dengan mendatangkan artis-artis yang menjadi bintang iklan yang di produksi oleh dwisapta dan yang tidak kalah spektakulernya perusahaan advertising ini memasang iklan 2 hari 1 halaman Full Color di harian Kompas.

Saya mengaggumi sosok Pak Adji, dialah yang menakhkodai dwisapta hingga sampai saat ini. Selain itu kalau dia sedang pidato pasti selalu terucap 9 credo yang harus di camkan kepada setiap karyawannya.

Pada acara buka puasa bersama, babeh memberikan hadiah sejumlah uang kepada karyawannya untuk menyebutkan 9 credonya tsb jika ada yang bisa menyebutkan salah satu dari sembilan credo tsb. Kalau ada karyawannya tidak bisa menjawab salah satu credonya itu maka karyawan tsb akan di katain : Bojai…(artinya : payah).

Ternyata omongan mbak eka benar, akan ada ulangan.

Bojai…bojai… :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.