Archive

Archive for the ‘Masa Lalu’ Category

Pasar Mayestik tahun 2009

July 24, 2009 siarik Leave a comment

Image017

Gambar pintu masuk utama menuju pasar mayestik

Image020

Gambar denah pasar mayestik

Image022

Toko esa mokan

Image023

Toko esa genangku

Image026

Tampak pasar bagian atas.

Image027

Tampak tengah-tengah jalan pasar

Image028

Dulu tempat tersebut adalah sebuah bioskop sekarang sudah berubah menjadi pertokoan.

Image035

Tempat ini dulu bernamanya Radio Ong, menjual barang-barang elektronik sekarang sudah berubah jadi toko biskuit Khong Guan.

Image029

Toko sepatu Bata nek…

Image019

Kue pukis nyam..nyam…

Image031

Kue cucur.. nyam..nyam…

Image033

Kue-kue basah

Categories: Masa Lalu

Terlahir…

January 6, 2009 siarik 1 comment

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua ke depan, ke masa depan kita. Kita di lahirkan dengan dua telinga, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua sisi. Untuk dapat mengumpulkan pujian dan kritik, menyeleksi mana yang benar dan salah. Kita lahir dengan otak dalam tengkorak, sehingga tidak peduli semiskin apapun, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak, pikiran dan ide kita. Dan apa yang Anda pikirkan jauh lebih berharga daripada harta seberapa pun.

Tapi kita lahir hanya dengan satu mulut (bibir), karena mulut adalah senjata yang sangat tajam yang dapat menyakiti, membunuh, menggoda dan banyak hal lain yang tidak menyenangkan. Maka ingatlah untuk berbicara sesedikit mungkin, tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir dengan satu hati jauh di dalam tulang iga kita, mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta yang di harapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai, tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah. Demikianlah Tuhan menciptakan kita sebagai citra-Nya.

Selamat Tahun Baru 2009

Sumber : mimbar pastoral, 4 Januari 2009

Categories: Masa Lalu