Kita lahir dengan dua mata di depan wajah, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua ke depan, ke masa depan kita. Kita di lahirkan dengan dua telinga, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua sisi. Untuk dapat mengumpulkan pujian dan kritik, menyeleksi mana yang benar dan salah. Kita lahir dengan otak dalam tengkorak, sehingga tidak peduli semiskin apapun, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak, pikiran dan ide kita. Dan apa yang Anda pikirkan jauh lebih berharga daripada harta seberapa pun.
Tapi kita lahir hanya dengan satu mulut (bibir), karena mulut adalah senjata yang sangat tajam yang dapat menyakiti, membunuh, menggoda dan banyak hal lain yang tidak menyenangkan. Maka ingatlah untuk berbicara sesedikit mungkin, tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir dengan satu hati jauh di dalam tulang iga kita, mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta yang di harapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai, tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah. Demikianlah Tuhan menciptakan kita sebagai citra-Nya.
Selamat Tahun Baru 2009
Sumber : mimbar pastoral, 4 Januari 2009
Recent Comments